Rss

Tentang BeeComics

Foto saya

Komik bagi sebagian orang dipandang sebagai hal yang negatif. Padahal sebenarnya didalam proses menghasilkan sebuah komik dibutuhkan bukan hanya kemampuan menggambar saja, namun lebih kompleks seperti menghidupkan gambar melalui sebuah kata-kata (scriptor), merangkai gambar menjadi cerita (story telling), memberikan emosi melalui karakter tubuh (character), pewarnaan gelap (inker), pergerakan (movement), selera (taste), rasa (feeling.), dll.

Bagi sebagian orang menggambar komik juga dipandang hanya sebagai hobby saja dan tidak lebih. Padahal komik di beberapa negara besar seperti Amerika, Jepang, dan negara-negara maju lainnya sudah menjadi sebuah industri besar, yang menghasilkan tokoh-tokoh komik besar seperti X-men, Superman, Batman, Disney, Spiderman, Dragon Ball, Samurai X, SailorMoon, Steam Boy, Tiger Wong dll

A. Siapa itu Beecomics?
Animo penggemar komik di Indonesia besar, terbukti dengan banyak macamnya buku-buku komik buatan Jepang yang dijual di toko-toko buku serta bermunculannya film-film animasi di televisi.

Beecomics adalah sebuah sekolah komik pertama di Surabaya yan mengajarkan tentang bagaimana cara membuat komik dengan baik dan benar, bentuk tokoh, memberikan emosi pada tokoh agar lebih hidup, membentuk karakter, lebih kompleksnya bagaimana membuat sebuah cerita secara jelas melalui gambar-gambar komik dari segala aliran baik itu aliran manga, USA mapun bebas. Dan diharapkan siswa nantinya bisa menciptakan gaya/style sendiri . Membahasakan sebuah makna dalam bentuk visual, sehingga mudah dipahami. Beecomics juga memperkenalkan karya-karya siswa ke dunia luar, melalui media website.

Senin, 04 Oktober 2010

24 Hour Comics Day At Cirkel Cafe 2010



Yup... di tahun 2010 ini, 24 Hours Comic's Day kembali di tengah-tengah para komikus Surabaya. Event tahun ini, diadakan di Cirkel Cafe, Jl. Bawean 39 Surabaya. Event yang diadakan setiap tahun untuk menanggapi tantangan dari Scout McCould, ternyata sudah ditunggu-tunggu oleh komikus Suarabaya.
Banyak cerita menarik yang tersirat di acara ini, bayangkan saja ada peminat dari luar kota Surabaya yang jauh-jauh datang untuk mengikuti event ini. Panitia juga tidak menyangka jika responnya begitu luas, contohnya peserta dari kota Bangil, Andre. Si Andre ini, benar-benar menyiapkan konsep untuk perlombaan hingga menanyakan transportasi untuk mencapai Cirkel Cafe kepada panitia, bingung dengan bagaimana kalau tidak menghadiri briefing, dan sebagainya. Panitia juga senang dengan peserta ini. Selama proses berlangsung, Andre ini "bertapa" untuk menyelesaikan tantangan Scout McCloud. Wow...

Peserta yang mengikuti event ini sungguh beragam, ada yang anak SMP sampai para pemain lama di dunia komik, tidak lupa juga ada teman-teman dari komunitas pecinta komik seperti dari ITS, Ubaya, Threeden, dan komunitas komik bawah tanah Kombat. Seperti biasa, para peserta memulai mengerjakan tantangan, ada yang langsung mengambil posisi untuk "memojokkan" diri dan mulai "bertapa" membuat dan ada juga yang berkumpul untuk saling mengobrol dan mengerjakan. Banyak peserta juga yang mengunakan fasilitas wifi untuk update status dan bermain FB ria. Tak terasa waktu makan siang, para peserta pun mulai mengistirahatkan dan meregangkan badan sejenak untuk beristirahat. Banyak peserta yang agak terburu-buru menyelesaikan makan siangnya untuk kembali bekerja.

Proses "bertapa" pun dilanjutkan dan tak terasa semakin suasana cafe semakin ramai. Banyak yang penasaran dengan 24Hours Comic Day dan pengunjung cafe, melihat para peserta membuat komik. Banyak dari mereka bertanya pada panitia, event apa yang berlangsung ini dan mereka juga tidak menyangka bahwa banyak komikus muda berbakat dari Indonesia. Persepsi masyarakat biasanya komik berasal dari Jepang dan dikenal dengan manga, yang kita ketahui sering ditayangkan setiap pagi di salah satu televisi swasta di Indonesia. Atau kalau kita mengenal komik dari barat, misalnya karya Marvell, seperti Iron man, X-men, dan kawan-kawan.

Indonesia, sebagai salah satu peserta 24 Hours Comic's Day kita juga memiliki bakat untuk dapat menjadi komikus dunia. Inilah prestige yang dikejar oleh para komikus muda Surabaya. Para pengunjung cafe pun kagum dengan teman-teman komikus yang sungguh-sungguh mengerjakan ceritanya. Ada yang berbincang-bincang dengan teman untuk mencari inspirasi, ada yang mondar-mandir, ada yang menonton kartun untuk menyegarkan pikiran.

Teman, sahabat, keluarga mulai berbondong-bondong datang untuk memberi dukungan dan menemani mereka yang sedang menggambar komik. Tak terasa mulai lapar dan teman-teman komikus pun mulai satu per satu "mendatangi" snack yang telah disiapkan oleh pihak panita. Pisang goreng dan tahu isi pun dilahap dengan cepat dan ditemani oleh segelas teh atau kopi sesuai dengan selera peserta. Teman, sahabat, keluarga, dan pacar pun memberi dukungan untuk menyelesaikan komik mereka. Pasti banyak yang iri, jika ada yang ditemani oleh pacar yang memberi perhatian dan menyemangati, tetapi itulah indahnya suasana 24 Hours Comic's Day. Hingga kurang lebih pukul delapan malam, sudah tiga peserta menyatakan diri untuk mengundurkan diri. Panitia sebenarnya menyayangkan kemunduran para peserta tapi panitia berharap tahun depan para peserta tidak "kapok" untuk ikut event ini lagi, pantia juga turut prihatin atas mundurnya salah satu peserta yang mengundurkan diri karena dalam perjalanan menuju lokasi dia mengalami kecelakaan, disini pantia mendoakan supaya saudara Dewi Fitriana cepat sembuh dan disini panitia memberi konpensasi apabila sodara Dewi ini ingin tetap mengikuti acara ini karya boleh dibuat di rumah.

Waktu sudah menunjukkan tengah malam, para peserta sudah mulai kelelahan dan kehabisan ide, menurunnya daya konsentrasi dari para peserta, di sini panitia mempunyai sebutan antara jam 24.00 s/d 05.00 adalah jam GILA.. Kenapa disebut demikian karena para peserta sudah mulai bertingkah aneh, ada tetap memaksakan diri tetap menggambar walau mengantuk, ada yang cara jalanya seperti zombie, ada yang posisi menggambarnya yang semula manis sudah berubah menjadi posisi ekstrim.Banyak para peserta benar-benar tertidur pulas, saat mengerjakan. Pada saat waktu menunjukkan pukul 03.00 banyak peserta yang tertidur dan mulai mengerjakan kembali saat subuh tiba. Dengan wajah yang agak-agak mengantuk mereka tetap berjuang dan pantang menyerah untuk menyelesaikan komik ini sesuai dengan waktunya, bahkan sudah ada yang mulai melakukan sesi pewarnaan dengan menggunakan photoshop.

Matahari pun menyapa para peserta, tidak menyangka sudah terang dan para peserta mulai bingung dengan deadline yang semakin dekat. Para peserta ada juga yang belum tidur sama sekali untuk mengejar deadline dan ada juga peserta yang masih tidur di balkon cafe bahkan ada yang tidur di mushola cafe. Tak lama, sarapan pun mulai menyapa teman-teman komikus. Mereka berbondong-bondong menyantap sarapan yang ada. Teman-teman komikus melahap sarapan mereka dan kembali bekerja untuk mengejar deadline yang tinggal dua setengah jam lagi. Beberapa teman pun sudah menyelesaikan deadline mereka dan santai dengan mengobrol, me-scan karya mereka, dan menonton televisi.

Panitia pun salut dengan teman-teman para komikus yang datang untuk mendukung dan menemani hingga ikut begadang bersama. Benar-benar persahabatan yang solid. Para peserta pun semakin tegang dengan deadline. Berbagai ekspresi muncul dari para komikus muda kita, dari wajah yang semakin ditekuk karena takut ketinggalan deadline sampai wajah tenang dan percaya diri telah menyelesaikan karya dengan tepat waktu. Wajah lusuh dan mata bengkak dengan kantong mata tebal serta wajah mengantuk tetap mengejar deadline. Waktu terus berjalan dan mengingatkan peserta untuk segera menyelesaikan karyanya. Waktu sudah hampir selesai, sebagian peserta ada yang sudah selesai mengerjakan, yang belum selesai kebanyakan hanya tinggal inker saja, walau jumlah halaman sudah 24 halaman tetapi apabila tidak ada finishing inker atau colouring di anggap tidak sah.

setelah acara ini akan di pilih oleh panita 10 besar karya terbaik dan yang nantinya akan di pamerkan di galery CCCL dan dari 10 besar itu akan di pilih tiga karya terbaik yang nanti kan akan mendapatkan hadiah dari Noars, Trimedia sebagai Sponsor. Terima kasih kami ucapkan sebagai panitia untuk Trimedia, Noars, Artline, Hardrock, sonora dan Cirkel yang telah membantu dan menyokong berlangsungnya acara ini, dan untuk para peserta yang dengan giigih dan bersemangat tetap mengikuti acara ini  kami sebagai panitia mengucapkan terimakasih pula, dan sampai berjumpa lagi Tahund epan